Skip to main content

Absensi Jasmine [new] -

Hari Selasa, Jasmine hadir. Rambutnya diikat sedikit acak, matanya sembab. Ia tersenyum tipis saat Bu Ratna menyebut namanya. “Hadir, Bu,” katanya lirih.

“Ibu, Jasmine tadi sempat chat,” kata Sarah, teman sebangkunya. “Katanya ayahnya masuk UGD lagi.” absensi jasmine

Di akhir semester, buku absensi biru tua itu sudah diganti dengan yang baru. Tapi halaman terakhir buku lama, yang berisi nama Jasmine sepanjang dua bulan terakhir, masih disimpan Bu Ratna di laci mejanya. Di samping setiap tanggal, ada titik-titik kecil yang baginya berarti: Hari Selasa, Jasmine hadir

Jasmine menggeleng pelan. Air matanya jatuh. Ruang kelas hening. “Hadir, Bu,” katanya lirih

Suatu Senin pagi, hujan deras mengguyur kota. Bu Ratna sudah siap dengan pulpen merahnya. “Jasmine,” panggilnya, tanpa perlu menengok ke bangku kosong di pojok belakang. “Hari ini izin lagi?”

Bu Ratna menghela napas panjang. Ia menuliskan keterangan “S” (Sakit—keterangan untuk keluarga) dengan agak menekan. Di dalam hati, ia khawatir. Bukan hanya soal nilai, tapi tentang beban yang dipikul gadis seusia Jasmine.

×
×
×
×
Link copied to your clipboard.
×